Studi Kasus Latar Belakang Perlu Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Menunjang Tuntutan Dunia Kerja


     Pendidikan Jarak Jauh atau PJJ adalah sebuah inovasi dalam dunia pendidikan yang memanfaatkan perkembangan teknologi yang terus berkembang dalam kehidupan manusia. PJJ merupakan alternatif metode pengajaran yang dilakukan antara pengajar dan mahasiswa secara terpisah karena dibatasi oleh jarak fisik dan jarak non-fisik (keadaan yang tidak memungkinkan seseorang untuk datang secara langsung dan melakukan sistem belajar tatap muka secara langsung).
         
         Adanya keterpisahan kegiatan belajar mengajar tersebut adalah cirri khas dari PJJ. Selain itu, penggunaan media sebagai sarana untuk menyampaikan ilmu dan berinteraksi juga merupakan cirri dari PJJ. Dengan menggunakan media, diharapkan sistem PJJ dapat dilangsungkan secara efektif dan efisien mengingat pada saat ini jumlah dosen berkualitas di Indonesia terbatas jumlahnya.

          Dalam mengembangkan dan memajukan suatu negara dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dalam berbagai bidang. Untuk mencetak sumber daya yang berkualitas dibutuhkan sistem pendidikan yang berkualitas dan terpercaya, karena pendidikan memberikan kontribusi yang besar dalam pengembangan individu dan masyarakat dalam penciptaan kehidupan yang harmonis. Semakin kompleks substansi dunia ini semakin kompleks pula permasalahan yang terjadi di dalamnya.  Ditambah pula perkembangan dunia dan ilmu pendidikan yang sangat cepat menuntut manusia untuk tetap berkembang dan belajar tanpa henti.

      Sistem pendidikan yang terdapat di dunia ini harus mengikuti perkembangan zaman karena berbagai masalah yang semakin kompleks. Sekarang ini, memperoleh ilmu pengetahuan tidak harus melalui sistem pendidikan konvensional yang mengharuskan pengajar dan siswanya bertatap muka. Kecanggihan teknologi yang semakin berkembang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pembelajaran lain dari berbagai sumber ilmu dan tempat yang tidak terbatas. Maka dari itu, sistem PJJ merupakan salah satu solusi pendidikan yang bias mengatasi permasalahan manusia terkait jarak waktu dan batasan usia seseorang.

      Pendidikan jarak jauh merupakan suatu system yang sangat cocok diterapkan di Indonesia dikarenakan Indonesia adalah negara yang cukup luas dan terdiri dari beribu-ribu pulau. Keadaan geografis Indonesia ini menjadi salah satu faktor ketidakmerataan pendidikan di Indonesia karena pendidikan sulit didapatkan di tempat-tempat terpencil yang berada di wilayah Indonesia. Selain keadaan geografis Indonesia tersebut, faktor ketersediaan pengajar di Indonesia juga masih bisa dibilang kurang untuk memenuhi tuntutan pendidikan yang ada di Indonesia. Masyarakat Indonesia pun tidak semuanya bisa mengikuti pendidikan konvensional, mereka mungkin akan lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan dengan sekadar mengenyam pendidikan. PJJ merupakan solusi dari permasalahan pendidikan di Indonesia tersebut. Dengan PJJ, masyarakat bisa memperoleh pendidikan dengan cara yang mudah dan tidak akan mengganggu pekerjaan mereka.

         PJJ harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak memberatkan peserta didik. PJJ hendaknya dikemas semenarik mungkin sehingga peserta didik mempunyai semangat dalam menuntut ilmu, dan juga tidak mengalami kebosanan dengan sistem pembelajaran tersebut. Dikarenakan model pembelajaran PJJ yang tidak bertemu dosen secara intensif, sangat dimungkinkan jika peserta didik akan mengalami kebosanan dalam mempelajari matesi pembelajaran. Media menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan PJJ terhadap pemahaman belajar peserta didik pada suatu materi pembelajaran. PJJ seharusnya tidak hanya diberikan lewat tutorial, tatap muka langsung dengan pengajar juga sangat diperlukan.

          Selain beberapa faktor diatas, faktor intern dari peserta didik juga menjadi salah satu penentu keberhasilan PJJ. Faktor intern ini bisa berupa:
a) kemauan belajar peserta didik,
b) kemandirian peserta didik dalam melaksanakan pendidikan jarak jauh,
c) keaktifan peserta didik selama mengikuti pembelajaran, interaksi antara pengajar dengan peserta didik, dan
d) rasa keingintahuan peserta didik terhadap materi pembelajaran yang sedang dipelajari.


        Pelaksanaan PJJ bukan tanpa halangan. Di Indonesia sendiri, PJJ masih terlihat sulit diterima dikarenakan kesan yang terlihat dalam PJJ adalah sama saja seperti belajar sendiri. Padahal, jika memang PJJ dilakukan sesuai aturan yang ada peserta didik sangat tidak mungkin belajar sendiri dikarenakan ada pengajar tetap yang sesekali akan memantau peserta didik. Materi yang digunakan pun berasal dari pengajar, sangat jauh berbeda dengan belajar sendiri yang mencari materi sendiri dan tanpa ada pengajar yang memantau perkembangan belajar.

         Kemandirian peserta didik akan sangat terlihat pada saat ada tugas yang diberikan. Dikarenakan kemungkinan untuk bertemu pengajar sangat sedikit maka peserta didik harus mempunyai strategi sendiri dalam pembelajaran dengan sistem PJJ ini. Interaksi juga sangat diperlukan peserta didik sangat dianjurkan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan pengajar demi tercapainya tujuan pembelajaran.

     Keefektifan PJJ terhadap pemahaman belajar peserta didik menjadi salah satu faktor pertimbangan penerapan PJJ untuk pendidikan jangka panjang. Memang bukan hanya faktor pengajar dan system pembelajarannya saja yang berpengaruh, tetapi kedua hal tersebut turut mendorong faktor yang lain yaitu tingkat keingintahuan dan juga kemandirian dari peserta didik. Penentuan efektif atau tidaknya PJJ untuk digunakan dalam pembelajaran sangat tergantung pada peserta didik. Jika pengajar sudah memberikan yang terbaik untuk proses pembelajaran dan peserta didik tetap saja tidak mempunyai rasa keingintahuan dan juga kemandirian maka semua itu akan sia-sia dan bisa dikatakan bahwa PJJ tidak efektif untuk pembelajaran.

Komentar

  1. Assalamualaikum warohmatullahi barokatuh ...

    Izin menanggapi artikel di atas yang berjudul "Studi Kasus Latar Belakang Perlu Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Menunjang Tuntutan Dunia Kerja", namun yang menjadikan pembaca seperti saya sedikit gagal paham yaitu belum ada menyinggung terkait dengan suatu kasus studi sebagaimana disebutkan pada bagian judul. Mungkin dapat dijelaskan lebih konkrit dan otentik dalam dunia kerja Saudari penerapan atau mengapa diperlukan PJJ ini dalam lingkup Saudari?

    Sekilas yang dijabarkan di atas hanya uraian teori tanpa menuliskan daftar sitasi (rujukan) yang digunakan dalam penulisan artikel tersebut.

    Demikian komentar saya dan mohon maaf jika kurang berkenan

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum Warahmatullai Wabarakatuh...

    Izin memberikan tanggapan pada pemaparan diatas, tulisan diatas memaparkan tentang konsep PPJ, namun mohon maaf Saya belum melihat keterkaitan PPJ untuk mengatasi suatu kasus dalam lingkup dunia kerja secara real konteks karena judul yang diangkat adalah studi kasus, sehingga kita perlu mendalami suatu kasus tertentu yang ditemui pada dunia kerja serta solusi PPJ dalam mengatasi kasus tersebut, sehingga terdapat sikronisasi antara judul dan penjabaran isi.

    Demikian, Terima Kasih

    BalasHapus
  3. permisi ya. komen sedikit tentang penulisan diatas.. dalam penulisan diatas kok tidak ada hubungannya dengan studi seperti yang terlampir pada judul sayangkuu?
    penulisannya hanya mengarah pada penjelasan saja. padahal dalam suatu kasuus kita harus menguraikan apa yang terjadi kemudian bagaimana solusi yang dapat diambil untuk memecahkan masalah tersebuutu

    BalasHapus
  4. Assalamu'alaikum Warahmatullai Wabarakatuh...
    salam berbagi..
    Sama dengan beberapa para komentator diatas, bahwa dalam penulisan belum secara rinci menjelaskan PJJ dalam korteks dunia kerja..
    baik dalam studi casus maupun solusinya..
    Demikian komentar dari saya.. wassalam..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alternatif Pemanfaatan Pembelajaran Jarak Jauh untuk menunjang dunia kerja

Artifisial Inteligen dan Iot untuk Pembelajaran

Teori Kognitif Multimedia Pembelajaran