Artifisial Inteligen dan Iot untuk Pembelajaran



1.      Artifisial Intelegen
Pengertian Artificial Intelligence – Teknologi dibuat untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan manusia. Salah satu teknologi yang sedang  gencar di buat guna menciptakan perangkat yang canggih adalah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan sering disebut sebagai AI.
AI adalah kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas ilmiah. Kecerdasan dibuat dan dimasukkan ke dalam suatu mesin/ komputer supaya bisa melakukan pekerjaan seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia. Contohnya adalah kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, perencanaan dan penjadwalan, pengendalian, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah di kehidupan yang nyata.
Fungsi Kecerdasan Buatan
Untuk fungsinya, kecerdasan buatan memiliki cukup banyak fungsi. Kecerdasan buatan diharapkan dapat melakukan beragam hal yang akan memudahkan manusia mulai dari pemrosesan bahasa alami, mengenai persepsi, penalaran, menggerakkan dan manipulasi objek, mengenai pengetahuan, dan juga melakukan pembelajaran.
Jika di ambil kesimpulan secara menyeluruh, kecerdasan buatan berusaha untuk membuat robot yang memiliki kecerdasan yang mirip atau bahkan lebih dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia.
Dengan menggunakan kecerdasan buatan, manusia dapat menjadi pemerintah sedangkan robot cerdas digunakan untuk melakukan pekerjaan kasar. Robot dengan kecerdasan buatan akan memiliki pengetahuan yang lebih tinggi daripada manusia karena untuk memberikan kecerdasan buatan manusia hanya perlu memasukkan data dan sistem akan mempelajarinya.
Contohnya Google. Google adalah sebuah mesin pencari. Ia memiliki banyak sumber pengetahuan dan ia adalah mesin. Dalam mesin pencarian Google ditanamkan juga kecerdasan buatan untuk menentukan hasil pencarian yang lebih sesuai dengan keyword yang kita masukkan.
2.      Internet of Things (IoT)
IoT atau yang disebut Internet of Things merupakan teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan jaringan internet. Teknologi ini ditemukan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999. Hingga saat ini, teknologi IoT sudah dikembangkan dan diaplikasikan. Salah satu produknya yang paling akrab dengan kita adalah layanan GPS (Global Positioning System).
Cara kerjanya setiap benda yang terhubung dengan internet bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Bayangkan ketika kita meninggalkan rumah dan ternyata lupa mematikan TV, kita bisa mematikan dari jarak jauh hanya mengirim pesan ke rumah kita. Bahkan bila kita sedang dalam perjalanan dan tiba-tiba terjadi kecelakaan, CCTV di jalan raya dapat mendeteksi adanya kecelakaan lalu lintas lalu mengirimkan informasi pada sistem dan mengabarkan pada rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulans. Sementara itu jam tangan pintar yang digunakan oleh korban kecelakaan dapat memberi informasi tentang keadaan kondisi tubuh korban dan member kabar kepada keluarga atau kerabat terdekat.
Saat ini Indonesia sendiri sudah menerapkan IoT pada proyek-proyek smart city di 23 kota ada juga start up seperti Geeknesia yang menjadi wadah bagi developer IoT di Indonesia.
Beberapa contoh penggunaan teknologi IoT pada Smart City:
Pada aplikasi Informasi Banjir Online, selain mengandalkan laporan warga, sensor-sensor banjir yang dapat mengukur ketinggian air secara real-time disebarkan ke seluruh wilayah kota sehingga informasi dapat diinformasikan ke Command Center secara cepat dan selanjutnya langsung tertangani oleh Dinas terkait.
Sistem Notifikasi Gempa dan Tsunami. Beberapa kejadian bencana alam di Indonesia memakan korban jiwa begitu banyak. Jumlah korban jiwa dapat dikurangi secara signifikan apabila Early Warning System diterapkan secara benar dan tepat sasaran. Sensor-sensor yang ditempatkan di daerah rawan bencana alam dapat memberikan informasi secara langsung kepada warga sekitar lokasi rawan gempa, longsor, atau tsunami dalam hitungan detik.
Sistem yang tak kalah menariknya adalah sistem Smart Parking. Pada sistem ini, sensor parkir ditaruh di tempat parkir umum. Pemakaian sistem Smart Parking ini dapat membantu pemerintah kota memantau dan mengendalikan pendapatan daerah dari parkir. Keuntungan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat berupa pemeriksaan status dari parkir yang tersedia dan sistem booking atau bayar parkir online.
Jakarta One Card adalah sebuah “kartu pintar” yang bisa berfungsi sebagai e-KTP, alat pembayaran ketika berbelanja, serta kartu BPJS. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggandeng Bank DKI dalam pembuatan Jakarta One Card ini. Penggunaan kartu pintar tersebut bisa membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menganalisis pergerakan manusia di seluruh kota.
City Surveillance System, demi menyambut Asian Games yang akan berlangsung di Jakarta pada tahun 2018 mendatang, Jakarta Smart City juga telah menyiapkan sistem pemantauan yang bisa diakses setiap saat. Akan ada sekitar 6.000 CCTV yang terpasang di seluruh kota Jakarta untuk memantau lalu lintas dan kerumunan orang.
Dump Truck Tracker adalah truk pengangkut sampah yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sering kali truk-truk tidak mematuhi rute yang telah ditetapkan. Terkadang ada pihak yang menggunakan truk-truk tersebut untuk keperluan pribadi, yang tidak ada hubungannya dengan tugas utama dari truk ini. Oleh karena itu, saat ini Jakarta Smart City telah memasang sensor GPS di setiap truk sampah milik pemerintah, agar posisi mereka bisa dipantau selama 24 jam. Selain itu, diperlakukan manajemen rute agar mereka bisa bekerja dengan lebih efisien.”
Smart Street Lighting System. Demi menghemat pemakaian listrik yang tinggi, Jakarta Smart City juga akan mengganti lampu penerangan jalan dari yang sebelumnya masih menggunakan lampu biasa menjadi lampu yang lebih “pintar”. Lampu ini nantinya bisa dikendalikan dari jarak jauh dan bisa memberikan notifikasi apabila sudah harus diganti.
3.      Internet Of Things (Iot) Untuk Dunia Pendidikan
Internet of Things atau IoT adalah sebuah konsep besar saat ini yang dinilai mampu merevolusi semua industri dan juga masyarakat. Bahkan dalam pendidikan pun Internet of Things ini menjadi salah satu teknologi yang saat ini dipertimbangkan oleh para pengajar maupun anggota pemerintah yang terkait dengan pendidikan untuk menggunakannya guna berinovasi dan meningkatkan pembelajaran.
Dengan Internet ini, belajar menjadi lebih dinamis dengan cara mengintegrasikan metode tradisional dengan metode baru (IoT). Selain itu, dampak pembelajaran dengan IoT ini juga dinilai mampu menjadikan pelajaran di kelas serta diskusi antar siswa lebih hidup. Bahkan dengan IoT siswa juga akan mampu mengeksplorasi metode-metode belajar lainnya. Sebagai contoh, siswa dapat belajar dirumah dengan melihat video, terlibat dalam proyek kemudian mendiskusikan hasil belajar di luar kelas tersebut saat kembali ke sekolah.
Selain itu, teknologi modern dan IoT tidak terbatas hanya pada bagaimana siswa belajar tapi juga dapat meningkatkan keamanan IoT sendiri serta akses yang lebih luas untuk mendapatkan informasi. Selain itu juga dapat melacak sumber daya utama.
Pengaruh IoT ini juga memiliki efek lebih jauh lagi bagi para pelajar. Dalam pendidikan tinggi misalnya universitas, sebagai mahasiswa mungkin saat ini telah bosan dengan menggunakan buku, kebanyakan dari mereka lebih suka dengan teknologi seperti smartphone, tablet, laptop dan gadjet lainnya. Dengan IoT ini akses informasi yang mudah di akses dari mana pun dan kapan pun, akan membuat pelajar mampu mempelajari segala sesuatu yang baru. Bahkan akan mendorong para pelajar untuk mempelajari lebih lanjut lagi.
Selain itu, IoT juga memberikan pekerjaan yang lebih efisien bagi para pengajar dan pelajar. Contohnya adalah, para pengajar mampu mengoptimalkan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh pelajar. Dengan menggunakan cloud, par apengajar juga mampu melihat hasil serta statistik masing-masing pelajar dengan informasi yang lebih cepat dengan cara mengumpulkan data hasil belajar.
Selain itu, IoT juga mampu mengurangi biaya operasional sekolah, salah satu contoh sekolah yang sukses mengurangi biaya adalah Sekolah di New Richmonde, Tipp City, Ohio, Amerika Serikat. Dalam laporan, mereka mampu mengurangi sekitar USD128,000 setiap tahunnya dengan menggunakan sistem pembelajaran berbasis web-terpusat untuk mengontrol semua peralatan mekanik di sekolah.

Komentar

  1. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...

    Ai dan IoT memiliki peran tersendiri dalam pendidikan maupun pembelajaran. Namun dalam penerapannya tentunya harus dipersiapkan sebaik mungkin dan memiliki sistem yang telah dipersiapkan dengan baik. Dengan kebutuhan perangkat teknologi yang canggih AI dan IoT memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit. Untuk itu, dalam konteks ini apakah AI dan IoT masih dapat dinyatakan "mampu mengurangi biaya operasional sekolah" sebagaimana dituliskan dalam paragrap terakhir pada ulasan di atas?

    Beberapa peluang dan tantangan juga akan dihadapi dalam penerapan AI dan IoT dalam pembelajaran. Mungkinkah penulis dapat mengidentifikasi hal tersebut?

    Terima kasih dan mohon maaf jika kurang berkenan.

    Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aditha amoorea. Terima kasih atas tanggapannya. Disini kami jelaskan kembali. Peluang. Tantangan serta efisiensi biaya dalam penggunaan Al dan IoT memang sudah dilakukan uji coba serta merupakan contoh seperti yang sudah kami sajikan dalam karya diatas. Silahkan dibaca kembali. Terima kasih

      Hapus
  2. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

    AI dan IoT telah memiliki peran dengan pemaanfaatan di berbagai bidang kehidupan. tanpa terkecuali bagi dunia pendidikan dan pembelajaran, namun Pemenfaatan AI dan IoT dalam dunia pendidikan belumlah merata karena kesenjangan fasilitas yang dimiliki oleh institusi pendidikan yang tersebar disemua wilayah di Indonesia. Dengan kesenjangan ini tentu saja pola fikir tentang AI dan IoT menjadi berbeda pula, agar terjadi keseimbangan alangkah baiknya kita selalu berupaya untuk mengenalkan berbagai teknologi digital ini, jika terkendala dengan jaringan internet maka kita dapat mengenalkannya secara off line, sehingga dengan adanya pemahaman awal yang baik akan muncul paradigma tentang perkembangan teknologi dan peraan apa yang harus dilakukan dengan perkembangan tersebut.

    Demikian, Terima Kasih.

    BalasHapus
  3. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...
    AI dan IOT merupakan sangat diperlukan dalam kehidupan pada zaman sepeti sekarang ini. Tanpa kita sadari, sejauh mana AI dan IoT berperan dalam dunia pendidikan? karena kita sebagai bagian dari mahasiswa yang sedang duduk dibangku perkuliahan, ada baiknya pada tulisan dimunculkan peran AI dan IoT bagi kalangan mahasiswa.. terimakasih..

    BalasHapus
  4. dengan adanya AI dan IoT bisa menjadi salah satu alternatif dalam penyelesaian satu masalah dalam pendidikan.IoT disini berguna dalam mempermudah aktifitas manusia. Bisa jadi IoT dapat membantu siswa dalam menerangkan ketiga level representasi secara sekaligus. Dan bisa jadi dapat membangkitkan minat siswa. namun, bagaimanakah cara kita setidaknya mengurangi dampak negatif yang juga bisa di timbulkannya ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alternatif Pemanfaatan Pembelajaran Jarak Jauh untuk menunjang dunia kerja

Teori Kognitif Multimedia Pembelajaran